Rabu, 06 Oktober 2010

Baling-baling kipas kapal

IDENYA cukup sederhana. Hanya menambah sirip pada bagian belakang daun baling-baling kapal, tetapi hasilnya sangat luar biasa. Dapat meningkatkan kecepatan kapal hingga 19 persen. Bukan hanya itu, di era penghematan penggunaan BBM, rancangan baling-baling bersirip ini juga menjadi alternatif.
Pencipta baling-baling bersirip Ir. Surjo Widodo Adji, M.Sc., yang juga Ketua Jurusan Teknik Sistem Perkapalan Fakultas Teknologi Kelautan ITS Surabaya, mengatakan rancangan itu sangat sederhana. Kendati demikian, Surjo tetap mendaftarkan karya baling-baling bersirip ke kantor Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual untuk memperoleh hak paten. Selang beberapa bulan hak paten itu pun keluar.
Ia sangat khawatir apa yang diciptakannya bersama-sama dengan tiga mahasiswanya ditiru orang. ''Kini saya bisa dengan leluasa memperkenalkan dan menunjukkan kepada siapa saja tentang desain baling-baling ini setalah mendapat hak paten,'' katanya.
Lalu bagaimana kerja baling-baling bersirip itu? Dalam setiap putaran baling-baling atau propeller selalu ada perbedaan distribusi tekanan antara bagian punggung daun baling-baling dengan bagian muka. Pada baling-baling yang umum digunakan, distribusi tekanan pada bagian muka relatif lebih besar dibandingkan dengan distribusi tekanan pada bagian punggung.
Akibat berbedaan itu, daya dorong yang dihasilkan atau kecepatan kapal akan terganggu. Karena itulah, ia menambah sirip pada bagian belakang untuk mengarahkan air, sehingga tidak ditemukan adanya perbedaan tekanan, dan akibatnya daya dorong atau kecepatan kapal akan bertambah.
Bila dilihat sepintas, baling-baling bersirip ciptaan Surjo ini tidak jauh berbeda dengan baling-baling kapal pada umumnya. Diameternya sekitar 25 cm, dan dibuat dari bahan aluminium. Bedanya, pada baling-baling ini ditambahkan sirip pada tiap bilah baling-baling.
Ada dua sirip pada tiap baling-baling tersebut, yang bentuknya seperti pacul, runcing di bagian depan dan tumpul di bagian belakang. Fungsi sirip itu untuk menambah daya dorong kapal, sehingga kecepatannya bertambah. ''Kami telah melakukan uji coba kepada nelayan dan hasilnya memang terbukti kecepatannya bertambah antara 15 sampai 19 persen,'' tandas alumnus S2 dari University of New Castle, Inggris ini.
Surjo, yang juga mengajar mata kuliah propulasi di Fakultas Teknologi Kelautan ITS ini, menceritakan sudah ada tiga perusahaan yang bersedia memproduksi dan memasarkan baling-baling ciptaannya itu. (bw)